Penyelenggarakan Focus Group Discussion PTIST-BPPT Untuk Memacu Spirit Baru Menyongsong Reorganisasi BPPT Dalam Bidang Transportasi

 

 

Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (PTIST) BPPT, menyelenggarakan Focus Group Discussion pada hari Selasa, 17 November 2015 di ruang Komisi Utama, Gedung II BPPT, Jakarta Pusat. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur PTIST Bapak Dr. Ir. Rizqon Fajar, M.Sc.

 

Dalam sambutannya, Direktur PTIST mengatakan bahwa dalam penyelenggaraan FGD kali ini secara internal bertujuan untuk dapat memacu spirit baru menyongsong  reorganisasi BPPT dalam bidang transportasi; kerjasama antar stakeholder dan sebagai panduan untuk menghasilkan output yang terukur.

Acara dilanjutkan dengan Key Note Speech yang disampaikan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknolodi Industri, Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) Bapak Dr. Ir. Erzi Agson Gani, M.Eng.

“BPPT  telah menetapkan Teknologi Keselamatan Transportasi dan Industri Kereta Api menjadi salah satu Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi dibidang Teknologi Transportasi pada RPJMN 2015 – 2019,” demikian sambutan Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR-BPPT) Erzi Aqson Gani pada acara Focus Group Discussion tentang Pengembangan Teknologi dan Industri untuk Mendukung Keselamatan di Jalan Rel dan Jalan Raya, Komisi Utama BPPT.

Menurut Deputi TIRBR  pada FGD kali ini selain Teknologi Keselamatan Transportasi dan Industri Kereta Api, dibahas juga Program Sistem Transportasi untuk Konektivitas dan Logistik. “Diharapkan melalui kedua program ini yang diintegrasikan serta disinergikan secara holistik dengan program lain  serta berbagai institusi terkait, akan dapat memberikan impact yang berarti bagi pengentasan permasalahan transportasi nasional,” kata Erzi.

Program strategis BPPT, sambungnya, dalam pengembangan teknologi dan industri untuk mendukung keselamatan di jalan rel dan jalan raya sampai dengan tahun 2019 terdapat 4 kegiatan utama, yakni; Pengembangan teknologi pemantau kondisi jalan rel, Pengembangan teknologi keselamatan di perlintasan sebidang, Pengembangan teknologi untuk kesela-matan jalanraya dan kendaraan. Kajian pengembangan industri kereta api, Kajian dan pemetaan teknologi untuk kese-lamatan jalan raya.

Sedangkan Program BPPT yang terkait dengan pengembangan teknologi dan industri untuk mendukung keselamatan di jalan rel dan jalan raya pada tahun 2015 adalah; Kajian dan pembuatan prototip teknologi pemantau kondisi jalan rel, Kajian dan pembuatan model keselamatan di perlintasan sebidang; Kajian pasar kebutuhan keretaapi, Penyusunan model Reliability, Availability, Maintenace and Safety (RAMS) pada perkeretaapian,” tambahnya. Sebagai penutup disampaikan bahwa arah dan sasaran umum keselamatan transportasi adalah menciptakan Safe Transportation dan terus mengupayakan terwujudnya Safety dengan mencegah terjadinya Accident, Unsafe Acts Dan Unsafe Conditions pada Sarana, Prasarana, Sistem dan Operasional Transportasi di Indonesia.

 

FGD dihadiri oleh para narasumber dari Akademisi dan Pakar Transportasi Bapak Profesor Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M. Eng., Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Kasubdit. Audit dan Peningkatan Keselamatan Bapak Heru Wisnu Wibowo, M.Sc., Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diwakili oleh Kasubdit. Geometrik, Perkerasan dan Drainase Bapak  Singgih Karyawan, selain itu dari pelaku Industri dihadiri oleh Bapak Ir. Agung Darmawan Vice President Divisi Inovasi dan Teknologi PT. LEN Industri (Persero), Bapak Tri Hardono General Manager PT. INKA (Persero), dan Bapak Rachmat Gunawan Kepala Divisi Pengembangan Produk PT. INTI (Persero). Undangan dihadiri oleh para Direktur unit teknis di BPPT serta Kepala Balai terkait di BPPT, sementara Peserta dihadiri oleh para Perekayasa dan Peneliti PTIST.

Pada sesi pertama yang dipandu oleh moderator Direktur PTIST Dr. Rizqon Fajar, dipaparkan kondisi, strategi dan teknologi transportasi di Provinsi DKI Jakarta oleh Profesor Dr. Ir. Sutanto Soehodho, M. Eng. Dilanjutkan dengan paparan Dirjen Perkeretaapian tentang Kebijakan Pemerintah untuk Peningkatan Keselamatan Perkeretaapian, dan yang paparan terakhir dari Dirjen Bina Marga tentang Keselamatan Jalan dari Tinjauan Infrastruktur Jalan. Dalam diskusi dan tanya-jawab terdapat isu permasalahan trasnportasi yang muncul seiring dengan pesatnya pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor roda 2 (dua) dimana diperlukan kebijakan untuk menekan pertumbuhan sepeda motor terutama dalam pemberian kredit kepemilikan sepeda motor, strategi dalam sektor pajak kendaraan roda 2, namun demikian dalam skenario penerapannya harus membuat alternatif – alternatif solusi dalam menekan pertumbuhan sepeda motor sebelum memberlakukan aturan yang ketat tentang penggunaan sepeda motor. Dalam hal studi transportasi, fokus studi dapat dimulai dari bidang yang lebih makro maupun bidang yang lebih mikro tergantung pada kasus yang akan dikaji.

Pada sesi kedua yang dipandu oleh moderator Kepala Bidang Sarana Transportasi Ir. Setyo Margo Utomo, M.Eng., sebagai pengantar sesi kedua dipaparkan kegiatan Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi yang terkait Inovasi dan Layanan Transportasi di PTIST disampaikan oleh Direktur PTIST Dr. Rizqon Fajar, selanjutnya paparan dari Narasumber oleh Bapak Tri Hardono (PT. INKA) tentang Pencegahan dan Mitigasi pada Sistem Keselamatan Transportasi Kereta Api, dilanjutkan paparan oleh Bapak Rahmat Gunawan (PT. INTI) tentang Advance Traffic Control System bersifat Terbuka untuk Mendukung Keselamatan Transportasi Jalan Raya, dan paparan terakhir oleh Bapak Agung Darmawan (PT. LEN Industri) tentang Pengembangan Produk dan Teknologi Keselamatan Kereta Api. Diskusi berkembang untuk saling menjajaki peluang kerjasama riset tentang Advance Train Control System (ATCS) dan Intelligent Transport System (ITS) antara BPPT dengan pihak industri, perkembangan teknologi sistem antisipasi kemacetan dengan melihat volume kendaraan yang melintas sudah sampai pada tahap uji coba oleh PT. INTI pada tahun 2015 dengan sumber power dari tenaga Matahari. Sesi kedua ditutup dengan kesimpulan bahwa kegiatan FGD akan ditindaklanjuti dengan kerjasama riset antara PTIST - BPPT dan Industri dalam mendukung keselamatan di jalan raya dan jalan rel masih sangat terbuka dan diperlukan tindak lanjut untuk mewujudkan kerjasama tersebut. (pan_fgd 17/11/2015)