MENIMBANG STANDAR MODEL PEMBEBANAN RM 21 VS EN-1991

Penulis: Cahya Witriyatna, sebagai anggota Studi Jembatan 2019, PTSPT.

Model Pembebanan beban hidup atau beban lalu-lintas untuk perencanaan Jembatan Kereta Api  narrow gauge dengan jumlah sumbu lebih dari 8 yang membebani jembatan menurut Peraturan Menteri  Perhubungan nomor: 60 Tahun 2012 yang mengacu pada Rencana Muatan 1921 berdasarkan pada  dua lokomotif uap dengan sambungan tender dapat dilihat sebagai berikut :

[Gambar 1: Model pembebanan menurut PM 60 tahun 2010 ( RM 21) Untuk panjang 19,20 meter jumlah beban seluruhnya 168 ton.]

 

Sedangkan EN-1991 mempunyai standar untuk kereta api stadart gauge sebagai berikut :

[Gambar 2: Model pembebanan menurut BS-EN 1991]

 

Satu lokomotif ditengah bentang dengan 4 beban sumbu sebesar 250 kN berjarak masing-masing 1,6 m ditambah belakang dan depan lokomotif berjarak 0,6 m ada beban merata sebesar 80 kN/m

Untuk panjang jembatan 19,20 meter beban seluruhnya ada 2020 kN atau 202 Ton.  
 
Pada sistem jalan kereta api dimungkinkan satu jalur jalan kereta api dipakai untuk dua ukuran spoor ( double gauge ) yaitu satu konstruksi ballast atau slabtrack ada dua ukuran spoor yaitu 1067 mm dan 1435 mm. Tidak tertutup kemungkinan juga perencanaan jalur kereta api pada tahap awal  hanya layak demand mengoperasikan narrow gauge tetapi dalam jangka lebih panjang suatu saat layak demand mengoperasikan standart gauge . Selain kecepatan yang lebih besar dapat dilayani oleh kapasitas standart gauge, dimungkinkan juga melayani gerbong yang lebih lebar dengan beban muatan yang lebih berat. Untuk itu perlu dipertimbangkan model pembebanan untuk perencanaan pembangunan jembatan kereta api yang baru, yaitu untuk pembebanan statis menggunakan model beban sesuai BS-EN 1991.

 

 

Add comment


Security code
Refresh